Blog Ini berisi tentang share ilmu, berita seputar pendidikan

Protected

Protected by Copyscape

Habis manis Sepah dibuang, dulu Jadi Menteri, Anis Baswedan sekarang antar anak naik Motor tanpa pengawalan

Habis manis Sepah dibuang, dulu Jadi Menteri, Anis Baswedan sekarang antar anak naik Motor tanpa pengawalan

Sebuah pemandangan tak biasa diperlihatkan Anies Baswedan usai tak lagi menjadi menteri pendidikan.
Jika sebelumnya Anies mendapatkan pengawalan ketat dari pengawal yang menjaganya ke mana-mana. Kini dia harus melakukan aktivitas sehari-harinya tanpa pengawalan.
ermasuk ketika mengantarkan anaknya pergi sekolah, sebuh foto ‘tak biasa’ dari mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan beredar di dunia maya.
Foto tersebut diunggah oleh pemilik akun jejaring sosial Twitter dengan nama @Haidar_Bagir dan langsung viral di dunia maya.
Dalam foto itu, tampak sosok Anies Baswedan yang berkemeja biru langit dan celana panjang tengah berdiri di antara parkiran sepeda motor.
Terlihat dalam foto itu, Anies tengah melihat ke arah tangannya yang menggenggam sesuatu.
“Pak Anies Baswedan mengantar anaknya masuk hari pertama sekolah ke SD Lazuardi, Cinere. Naik motor, tanpa pengawalan,” cuit akun @Haidar_Bagir.
Kebenaran foto itu langsung diperkuat oleh salah seorang pengguna Twitter bernama @adetozero_O yang mengaku melihat sendiri sosok Anies di sekolah tersebut.
“Td ketemu Anies Baswedan di parkiran Lazuardi, lg anter anaknya. Turun dari motor lg lepas helm. Memang ganteng ternyata..” kicau akun @adetozero_o.
Tentunya, pemandangan ini sangat berbeda dari keseharian Anies saat menjabat sebagai menteri yang tentunya harus mendapatkan pengawalan ketika bertugas.
Penampakan Anies yang tak biasa itu menuai komentar dari sejumlah pengguna Twitter lainnya.
Salah satunya @Noershay yang berkicau, “Contoh tauladan abah yang keren dan amat sangat sederhana. Sukses dan semangat terus bapak @aniesbaswedan, kehadiranmu memberi makna.”

Sejarah Penjajahan Perancis

Sejarah Penjajahan Perancis

Perancis dalam Lembaran Sejarah
• Perancis mengumpulkan 400 ulama' muslim dan memenggal kepala mereka dalam lembaran sejarah, di tengah penjajahan mereka atas Chad tahun 1917 M. ["Chad" tulisan Ahli Sejarah Mahmud Syakir hal.73]
• Ketika Perancis memasuki kota Aghwat di Al Jazair tahun 1852 M, mereka membakar sepertiga penduduk kota itu dengan api dalam satu malam.
• Perancis telah melakukan 17 uji coba nuklir di Al Jazair mulai dari tahun 1960 - 1966 M yang mengakibatkan jatuhnya korban dengan jumlah yang tidak terhingga sekitar 27 ribu sampai 100 ribu orang.
• Ketika Perancis hengkang dari Al Jazair tahun 1962 M, mereka telah menanam sejumlah ranjau yang lebih banyak daripada jumlah semua penduduk Al Jazair pada waktu itu, yakni sebanyak 11 juta ranjau.
• Perancis menjajah Al Jazair selama 132 tahun, mereka telah melenyapkan 1 juta muslim pada tujuh tahun pertama setelah kedatangan mereka dan telah melenyapkan 1,5 juta pada tujuh tahun terakhir sebelum mereka hengkang.
Seorang Ahli Sejarah. yang berdarah Perancis Jack Jourkey memperkirakan bahwa total orang yang dibunuh oleh Perancis di Al Jazair sejak kedatangannya tahun 1830 M sampai hengkangnya tahun 1962 M adalah 10 juta muslim.
• Perancis menjajah Tunisia selama 75 tahun, Al Jazair selama 136 tahun, Maroko selama 44 tahun, Mauritania selama 60 tahun dan menjajah Senegal ( yang 95% penduduknya adalah muslim ) selama 3 abad..
Perancis dalam Lembaran Sejarah

• Perancis mengumpulkan 400 ' cendekiawan muslim dan memenggal kepala mereka di bagian dari sejarah, di tengah kolonisasi mereka lebih dari 1917 tahun, Chad M. ["Chad" tulisan sejarawan Mahmud Syakir Hal. 73]

• Ketika Perancis memasuki kota Aghwat di Al Jazair tahun 1852 M, mereka membakar sepertiga penduduk kota itu dengan api dalam satu malam.

• Perancis telah melakukan 17 uji coba nuklir di Al Jazair mulai dari tahun 1960 - 1966 M yang mengakibatkan jatuhnya korban dengan jumlah yang tidak terhingga sekitar 27 ribu sampai 100 ribu orang.

• Ketika Perancis hengkang dari Al Jazair tahun 1962 M, mereka telah menanam sejumlah ranjau yang lebih banyak daripada jumlah semua penduduk Al Jazair pada waktu itu, yakni sebanyak 11 juta ranjau.

• Perancis menjajah Al Jazair selama 132 tahun, mereka telah melenyapkan 1 juta muslim pada tujuh tahun pertama setelah kedatangan mereka dan telah melenyapkan 1,5 juta pada tujuh tahun terakhir sebelum mereka hengkang.
Seorang Ahli Sejarah. yang berdarah Perancis Jack Jourkey memperkirakan bahwa total orang yang dibunuh oleh Perancis di Al Jazair sejak kedatangannya tahun 1830 M sampai hengkangnya tahun 1962 M adalah 10 juta muslim.

• Perancis menjajah Tunisia selama 75 tahun, Al Jazair selama 136 tahun, Maroko selama 44 tahun, Mauritania selama 60 tahun dan menjajah Senegal ( yang 95% penduduknya adalah muslim ) selama 3 abad..
Copyright © Selasar Pendidikan. All rights reserved. Template by CB