Selasar Pendidikan

Blog Ini berisi tentang share ilmu, berita seputar pendidikan

Protected

Protected by Copyscape

PKL / Magang Industri SMK Islamiyah Adiwerna di WB Computer Tegalsari

PKL / Magang Industri SMK Islamiyah Adiwerna di WB Computer Tegalsari

 “PKL adalah perwujudan nyata link and match SMK dengan dunia kerja. PKL merupakan bentuk pembelajaran peserta didik yang dilaksanakan di dunia kerja untuk mengasah dan memperkuat kompetensi sesuai bidang yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik.

SMK Islamiyah Adiwerna prodi Teknik Komputer dan Jaringan menerjunkan siswa siswinya untuk PKL di WB Computer pada tahun pelajaran 2024/2025 dengan Skill yang menakjubkan karena mereka sudah memiliki Ketrampilan Menambang Bitcoin, memliki E Walet, Pengetahuan Kripto, Merakit Laptop, Seting Modem, Trouble Shooting Printer dan Scanner, Cara Setting Printer, Pengetahuan Spesifikasi Server yang mumpuni, juga mereka punya bekal Trading Forex dan kripto yang mereka dapatkan dari Kelas Indtrade.id, mereka sangat berkesan PKL di WB Computer dikarenakan ilmu yang mereka dapatkan ternyata banyak dan bermanfaat untuk nantinya di dunia kerja dan berwirausaha.

Seperti yang sudah di sampaikan oleh Ibu Asta Febrianda Selaku CEO WB Computer Tegalsari, bahwasanya siswa siswi yang PKL di WB Computer harus memiliki Skill yang tangguh, kompeten di bisnis Digital, seperti menambang bitcoin, e wallet, pengetahuan coin kripto dan trading forex.





Instalasi Subscriber secara umum internet telepon

Instalasi Subscriber secara umum internet telepon

1·Melakukan Dial-Up Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk terkoneksi dengan internet. Salah satu caranya adalah koneksi internet dengan dial-up yaitu akses internet dengan menggunakan jalur telepon. Untuk melakukan koneksi ini, perangkat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut ini: ~ 1 unit komputer ~ 1 modem ~ 1 sambungan telepon Hal yang harus dilakukan adalah : ~ Berlangganan ke salah satu ISP terdekat ~ Memasang modem ke komputer ~ Menginstall software internet yang disediakan oleh ISP ~ Menghubungkan komputer (dial-up) ke ISP

2.Kelamahan dari Dial-Up adalah sebagai berikut : a) Saat melakukan koneksi internet, telepon tidak dapat digunakan untuk sambungan keluar atau menerima telepon. b) Akses ini menggunakan modem analog, sehingga kecepatan akses lebih rendah dibandingkan metode lainnya, yaitu berkisar antara 64 kbps sampai 128 kbps. c) Metode ini tidak dapat dijadikan hotspot karena kecepatan internet yang rendah. Internet Service Provider yang menggunakan metode ini adalah Telkomnet Instant dan D~NET.

3. Langkah-langkah menghubungkan komputer ke internet menggunakan ISP Telkomnet Instant : 1. Klik Start> Program> Accessories> Communication > Pilih Network Connections

4.Klik Create a new connection

5.Klik Next *Kotak dialog New Connection Wizard

6.Pilih Connect to the Internet, lalu klik Next. *Kotak dialog Network Connection Type

7.Plih Set Up my connection mannualy, lalu klik Next. *Kotak dialog Getting Ready

8.Pilih Connect using a dial-up modem, klik Next. *Kotak dialog Internet Connection

9.Pilih modem analog yang anda gunakan untuk setting dialup, klik Next. Jika teman-teman punya laptop atau modem internet pada komputer dekstop, tidak perlu melakukan instalasi modem. Driver modem sudah terinstal ketika menginstal sistem operasi atau driver laptop. 8. Ketik telkomnet instan pada kotak ISP name,

Konfigurasi Subscriber pada internet telepon

Banyak teknologi DSL menggunakan sebuah lapisan asynchronous transfer mode agar dapat beradaptasi dengan sejumlah teknologi yang berbeda.

Implementasi DSL dapat menciptakanjembatan jaringan atau penghalaan Dalam konfigurasi jembatan jaringan, kelompok komputer pengguna terhubungkan ke subnet tunggal. Implementasi awal menggunakanDHCP untuk menyediakan detail jaringan seperti alamat IP kepada peralatan pengguna, dengan otentikasi melalui alamat MACatau memberikan nama host. Kemudian implementasi seringkali menggunakan PPP melalui Ethernet atau asynchronous transfer mode (PPPoE atauPPPoA).

DSL juga memiliki rasio pembagian jaringan data yang layak dipertimbangkan pada saat memilih teknologi terbaru

Prinsip Kerja Subscriber Internet Telepon

Prinsip Kerja Subscriber Internet Telepon

Pengertian Subscribe






Digital subscriber line (DSL) adalah teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut.


 Prinsip Kerja Subscribe Pada Internet Telepon




DSL menggunakan kabel tembaga telepon yang telah ada. Yang populer adalah ADSL karena, ADSL dapat membagi frekuensi yang tersedia pada sebuah kabel telepon dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan pengguna, maupun bandwith download yang besar dan uploud kecil, atau sebaliknya. Penggunaan frekuensi dalam sebuah kabel dibagi menjadi 3 yaitu: percakapan suara berfrekuensi 0-4 KHz, saluran upstream (uploud) berkisar 25 hingga 160 KHz, sedangkan downstream (download) memiliki frekuensi 240 KHz hingga beberapa bisa sampai 1.5 MHz. Jaringan ADSL memiliki batasan 5,460 meter. Oleh karena itu semakin jauh pengguna dari penyedia layanan maka bisa saja pengguna merasakan penurunan kecepatan bandwith dari pada yang dijanjikan.







~SEMOGA BERMANFAAT~

FUNGSI FIREWALL PADA JARINGAN VoIP

FUNGSI FIREWALL PADA JARINGAN VoIP
A. FUNGSI FIREWALL PADA JARINGAN KOMPUTER
1. Pengertian firewall pada jaringan komputer
     Firewall merupakan suatu cara atau mekanisme yang diterapkan, baik terhadap hardware, software atau suatu sistem dengan tujuan melindungi, baik dengan menyaring, membatasi bahkan menolak suatu atau semua hubungan atau kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Firewall disebut juga sebuah pembatas antara suatu jaringan lokal dengan jaringan lainnya yang sifatnya publik (dapat diakses oleh siapa saja sehingga setiap data yang masuk dapat diidentifikasi dan dilakukan penyaringan supaya aliran data dapat dikendalikan mencegah bahaya atau ancaman yang datang dari jaringan publik).


Gambar 1.1 Firewall pada jaringan komputer

2. Karakteristik dan Fungsi Firewall secara umum
Ada beberapa karakteristik firewall, yaitu sebagai berikut.
a. Semua jaringan komunikasi melewati firewall 
b. Hanya lalu lintas resmi yang diperbolehkan oleh firewall 
c. Memiliki kemampuan untuk menahan serangan internet

       Selain beberapa karakteristik diatas, firewall juga memiliki karakteristik sebagai pengontrol dan mengawasi arus paket data yang mengalir di jaringan. Artinya, firewall berfungsi mengatur, memfilter, dan mengontrol lalu lintas data yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi. Ada beberapa kriteria yang dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data mengalir atau tidak, yaitu sebagai berikut.
a. Alamat ip dari komputer sumber
b. Port TCP/UDP sumber dari sumber
c. Alamat ip dari komputer tujuan 
d. Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan.
e. Informasi dari header yang disimpan dalam paket data

Beberapa fungsi dari firewall yaitu sebagai berikut.
a. Mengontrol dan mengawasi paket data yang ada di dalam jaringan
b. Melakukan proses autentefikasi terhadap akses di dalam jaringan
c. Melakukan recording dan pencatatan dari setiap arus transaksi yang dilakukan pada satu sesi

3. Manfaat firewall pada jaringan komputer
a. Menjaga informasi rahasia dan berharga yang menyelinap keluar tanpa sepengetahuan
b. Sebagai filter juga digunakan untuk mencegah lalu lintas tertentu mengalir ke subnet jaringan
c. Memodifikasi paket data yang datang di firewall 
d. Akurasi data

4. Prinsip dan cara kerja firewall pada jaringan komputer
         Firewall dapat berupa perangkat keras atau perangkat lunak. Namun, cara kerja firewall optimal bila kedua jenis perangkat digabungkan. Selain membatasi akses ke jaringan komputer, firewall juga memungkinkan akses remote ke jaringan privat melalui secure autentification sertificates and logins (sertifikat keamanan autentifikasi dan login).
Guna mengatur lalu lintas perpindahan data komputer dan internet, firewall dapat menggunakan salah satu atau gabungan dari dua metode, yaitu metode packet filtering dan inspeksi stateful.
a. Packet filtering
         Packet filtering merupakan cara kerja firewall dengan memonitor paket yang masuk dan keluar, mengizinkannya untuk lewat atau tertahan berdasarkan alamat internet protocol (ip), protokol, dan portnya. Packet filtering disebut juga firewall statis. 



Gambar 1.2 Packet filtering pada firewall

b. Inspeksi stateful
Inspeksi stateful dikenal sebagai firewall dinamis. Inspeksi stateful secara besar besaran telah mengganti packet filtering. Pada firewall statis hanya header dan paket yang di cek. Artinya, seorang hacker dapat mengambil informasi melalui firewall dengan sederhana yaitu mengindikasikan "reply" melalui header. Sementara dengan firewall dinamis sebuah paket dianalisis hingga ke dalam lapisan-lapisannya dengan cara merekam alamat ip dan juga nomor portnya sehingga keamanannya lebih ketat dibandingkan packet filtering.

5. Arsitektur firewall pada jaringan komputer 
a. Arsiterktur Dual-Homed Host
             Arsiterktur Dual-Homed Host yaitu, komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. 


Gambar 1.3 Arsiterktur Dual-Homed Host

b. Arsitektur Screened Host
            Arsitektur Screened Host menyediakan servis dari sebuah host pada jaringan internal dengn menggunakan route yang terpisah. Pengamanan pada arsitektur ini dilakukan dengan menggunakan packet filtering. Dimana, tiap sistem eksternal yang mencoba untuk mengakses sistem internal harus berhubungan dengan bastion hostBastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi. Bastion host berada dalam jaringan internal. 



c. Arsitektur Screened Subnet
             Arsitektur Screened Subnet menambahkan sebuan layer pengamanan tambahan pada arsitektur Arsitektur Screened Host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan parameter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan internet. Jaringan parameter mengisolasi bastion host sehingga tidak langsung terhubung ke jaringan internal. Arsitektur ini yang paling sederhana memiliki dua buah screening router yang masing-masing terhubung ke jaringan parameter. Router pertama terletak diantara jaringan parameter dan jaringan internal, dan router kedua terletak diantara jaringan prameter dan jaringan eksternal (biasanya internet).


6. Teknologi firewall pada jaringan komputer
a. Service Control (Kendali terhadap layanan)
b. Direction Control (Kendali terhadap arah)
c. User Control (Kendali terhadap pengguna)
d. Behavior Control (Kendali terhadap perlakuan)

7. Karakteristik firewall pada jaringan komputer
a. Firewall harus lebih kuat dan kebal terhadap serangan dari komputer luar.
b. Hanya aktivitas atau kegiatan yang dikenal atau terdaftar saja yang dapat melalui atau melakukan hubungan firewall
c. Semua aktivitas atau kegiatan dari dalam ke luar harus melalui firewall begitu pun sebaliknya.

8. Firewall Policies
Demilitarized Zone (DMZ) merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem jaringan tanpa mempunyai hak akses.
a. Sebagai post keamanan jaringan
b. Mencegah informasi berharga bocor tanpa sepengetahuan 
c. Mencatat aktivitas pengguna
d. Memodifikasi paket data yang datang
e. Mencegah memodifikasi data pihak lain


9. Keuntungan dan kelemahan firewall pada jaringan komputer
a. Keuntungan:
1. Firewall merupakan fokus dari segala keputusan sekuritas
2. Firewall dapat menerapkan suatu kebijaksanaan sekuritas
3. Firewall dapat mencatat segala aktivitas yang berkaitan dengan alur data secara efisien
4. Firewll dapat digunakan untuk membatasi penggunaan sumber daya informasi

b. Kelemahan:
1. Firewall tidak dapatmelindungi network dari serangan koneksi yang tidak melaluinya
2. Firewall tidak dapat melindungi dari serangan dengan metode baru yang belum dikenal oleh firewall
3. Firewall tidak dapat melindungi dari serangan virus

10. IPTables pada jaringan komputer
Iptables adalah tools atau alat yang digunakan pada sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan penyaringan atau filter terhadap lalu lintas atau traffic data dalam sebuah server. 

11. IP firewall pada jaringan komputer
Adapun format IP Firewall yaitu sebagai berikut.
CMD RULE_NUMBER ACTION LOGGING SELECTION STATEFUL
a. CMD = /sbin/ipfw
b. RULE _NUMBER= 0001,0002,0003,0004,dst.
c. ACTION = pass,permit,allow,accept,deny atau drop
d. LOGGING= optional
e. SELECTION = tcp,udp atau ucme (daftar protokol ada di /etc/protocols), from src to dst, port number in out , via IF.
f. STATEFUL = optional

12. Intrusion detection system pada jaringan komputer
IDS Merupakan sebuahmetode yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan.
a. Tipe dasar IDS
1. Rule based system yaitu salah satu tipe data IDS yang mempergunakan database sebagai tanda penyusupan atau serangan yang telah dikenal.
2. Adaptive system yaitu salah satu tipe dasar IDS yang mempergunakan metode yang lebih canggih

b. Jenis-jenis IDS
1. Network-based intrusion detection system (NIDS) adalah jenis IDS yang bertanggung jawab untuk mendeteksi serangan yang berkaitan dengan jaringan
2. Host-based intrusion detection system (HIDS)

c. Cara kerja IDS
Cara kerja IDS yang paling populer adalah menggunakan pendeteksian berbasis signature yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi syarat-syarat serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang

d. Kelebihan dan kekurangan penggunaan IDS
1. Kelebihan :
a. IDS dapat mendeteksi "eksternal hacker" dan serangan jaringan internal
b. IDS dapat disesuaikan dengan mudah dalam menyediakan perlindungan untuk keseluruhan jaringan
c. IDS dapat dikelola secara terpusat
d. IDS menyediakan pertahanan pada bagian dalam
e. IDS menyediakan layer tambahan untuk perlindungan

2. Kekurangan :
a. Lebih bereaksi pada serangan daripada mencegahnya
b. Menghasilakan data yang besar untuk dianalisis
c. Rentan terhadap serangan yang rendah dan lambat
d. Tidak dapat menangani traffic jaringan yang terenkripsi
e. IDS hanya melindungi dari karakteristik yang dikenal

B. FUNGSI FIREWALL PADA JARINGAN VoIP
1. Konsep firewall pada jaringan Voip
Jaringan Voip ialah jaringan yang menyediakan layanan multimedia internet aplikasi dan memiliki struktur yang cukup rumit dibanding dengan jaringan komputer

2. Segmentasi jaringan
Segmentasi jaringan merupakan salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi risiko terjadinya hacker. Keamanan jaringan Voip mencakup beberapa segmentasi jaringan yang tepat yaitu sebagai berikut.
a. Network Segmentation 
Network segmentation atau segmentasi jaringan memberikan kemampuan untuk merampingkan dan mengontrol lalu lintas yang mengalir diantara komponen voip. Segmentasi jaringan berfungsi untuk mengetahui kelompok yang biasa disebut network dari suatu ip.
b. Out of band network management 
Out of band network management adalah konfigurasi yang dilakukan dengan cara menghubungkan komputer secara langsung dengan port console atau dengan port auxiliary (AUX) dari router yang akan dikonfigurasikan. 
c. Private addressing
Private addressing merupakan segmentasi jaringan atau suatu mekanisme yang digunakan untuk melindungi serangan eksternal.

3. Fungsi firewall pada jaringan Voip 
a. Kemanan pada jaringan
1. Confidentiality, yaitu memberi persyaratan bahwa informasi atau data hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang 
2. Integrity, yaitu memberi persyaratan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang
3. Availability, yaitu memberi persyaratan bahwa informasi yang tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan
4. Autentification, yaitu memberi persyaratan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu
5. Nonrepidiation, yaitu memberi persyaratan bahwa baik pengirim maupun penerima pesan informasi tidak dapat menyangkal pengiriman pesan

b. Mencegah gangguan sistem
Ada 4 kategori utama bentuk gangguan pada sistem fungsi firewall pada jaringan voip yaitu sebagai berikut.
1. Interruption, yaitu aset dari suatu sistem diserang sehingga tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang 
2. Interception, yaitu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset
3. Modification, yaitu pihak yang tidak  berwenang tetapi dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset
4. Fabrication, yaitu suatu pihak yang  tidak berwenang menyisipkan objek palsu kedalam sistem 

c. Mencegah gangguan internetworking
1. Hacking, adalah kerusakan pada infrastruktur jaringan yang sudah ada
2. Physing, yaitu pemalsuan terhadap data resmi untuk hal yang berkaitan dengan pemanfaatannya
3. Deface, yaitu perubahan terhadap tampilan suatu website secara ilegal 
4. Carding, yaitu pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang

d. Penyangga antar jaringan

Konfigurasi Ekstensi Server Softswitch

Konfigurasi Ekstensi Server Softswitch

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah VoIP

Voice over Internet Protocol adalah Teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog, seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data secara real time.
Definisi VoIP adalah suara yang dikirim melalui protokol internet (IP). Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch exchange).

2.2 Pengertian VoIP

VoIP merupakan akronim dari Voice over Internet Protocol, disebut juga IP Telephony, Internet Telephony, atau Digital Phone. Merupakan teknologi yang memanfaatkan teknologi internet untuk melakukan percakapan suara jarak jauh. Melalui media internet data suara dikonversi menjadi kode digital untuk kemudian diteruskan sebagai paket-paket data di dalam jaringan, tidak melalui sirkuit analog telepon seperti biasanya. Definisi singkat dari VoIP adalah suara yang ditransfer melalui Internet Protocol (IP).
VoIP telah di implementasikan ke dalam berbagai macam cara memanfaatkan standar serta protokol open source. Berikut ini beberapa contoh protokol yang sudah dipakai dalam mengimplementasikan VoIP.
  1. 323
  2. MGCP (Media Gateway Control Protocol)
  3. SIP (Session Initiation Protocol)
  4. RTP (Real-time Transport Protocol)
  5. SDP (Session Description Protocol)
  6. IAX (Inter-Asterisk eXchange)
Protokol H.323 merupakan salah satu cara lama menggunakan protokol VoIP yang implementasinya untuk traffic jarak jauh, seperti jaringan LAN. Tapi, dengan berkembangnya teknologi baru, protokol H.323 semakin terbatas penggunaanya, lebih banyak digunakan protokol yang lebih kompleks seperti MGCP dan SIP. Khususnya SIP, telah mendapatkan penerimaan pasar VoIP yang luas. Protokol yang sedikit tidak umum adalah protokol Skype, merupakan sebuah implementasi penting karena sebagian konsepnya didasarkan pada kaidah P2P (peer-to-peer).

2.3 Fungsi VoIP

Fungsi utama VoIP adalah sebagai media percakapan suara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan media internet biaya percakapan menjadi semakin lebih hemat jika dibandingkan dengan telepon konvensional, apalagi untuk sambungan jarak jauh antar negara.

 2.4 Cara Kerja VoIP
Prinsip dasar kerja VoIP adalah mengkonversi suara analog yang diterima dari speaker komputer menjadi paket data digital. Lalu, peket data dari komputer tersebut dilanjutkan transmisinya melalui Hub / Router / model ADSL menggunakan jaringan internet untuk diterima di tempat tujuan pengiriman paket data yang menggunakan perangkat yang sama yaitu komputer.
Pengiriman sinyal ke remote destination (tujuan pengiriman paket data) dapat dilakukan secara digital, caranya yaitu sebelum data suara analog dikirim, sinyal analog tersebut terlebih dahulu diubah menjadi data digital menggunakan ADC (Analog to Digital Converter), untuk kemudian ditransmisikan ke penerima.
Selanjutnya di perangkat penerima, data digital tersebut dipulihkan kembali menjadi data suara analog menggunakan DAC (Digital to Analog Converter). Kurang lebih seperti itulah VoIP bekerja. Format digital lebih mudah dikontrol dalam arti dapat dikompresi dan dikonversi menjadi format dengan kualitas yang lebih baik, di samping itu data digital juga lebih bisa bertahan dari gangguan noise daripada data suara analog.
Konsep paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah perangkat komputer yang sama-sama terhubung dalam jaringan internet yang penggunanya sama-sama menggunakan aplikasi VoIP untuk saling berkomunikasi. Requirement paling dasar bagi perangkat komputer agar dapat melakukan koneksi VoIP adalah komputer yang terkoneksi ke jaringan internet, serta terpasang sound card yang didukung dengan perangkat speaker dan mikrofon.
Pada perkembangannya, teknologi sistem VoIP berevolusi, begitu juga bentuk perangkatnya pun berkembang. Tidak cuma dalam bentuk set komputer yang saling terkoneksi dalam jaringan internet, melainkan peralatan lain misalnya pesawat telepon yang dapat terkoneksi dengan network VoIP. Network data dengan gateway untuk VoIP membuatnya dapat terkoneksi dengan PABX atau jaringan telepon analog, memungkinkan terjadinya komunikasi antara komputer dengan pesawat / extension di kantor.
Pada VoIP klasik jaringannya adalah berformat komputer ke komputer atau PC ke PC. Berbekal PC yang ada soundcard, mikrofon, dan tersambung ke jaringan internet, maka sambungan VoIP dapat dilakukan. Perkembangan selanjutnya yaitu kombinasi jaringan PABX dan VoIP, pada bentuk jaringan seperti ini diperlukan gateway.
VoIP pada awalnya berbentuk jaringan tertutup untuk penggunaan sendiri / intern. Bentuk jaringan VoIP berkembang menjadi lebih kompleks karena VoIP dihubungkan dengan jaringan internet sehingga konektivitasnya menjadi meluas. Pada tingkat yang lebih lanjut adalah penggabungan jaringan telepon konvensional dan VoIP, yang membutuhkan pengetahuan khusus untuk menggunakannya.
Dengan semua perkembangan tersebut maka saat ini telah dibuat hirarki dari jaringan VoIP agar konsepnya mudah dipahami para pengguna. Bagi Anda yang belum mengerti konsep VoIP yang sebenarnya dan ingin mencoba mempraktikkan penggunaan VoIP ini. Bisa Anda coba menggunakan aplikasi VoIP yang paling sederhana dulu penggunaannya, seperti aplikasi VoIP yang populer seperti Skype atau Ekiga.



Gambar 2.1 Gambar Diagram VOIP

2.5 Pengertian Ekstensi

Extensi dan dial plan server voip dianalogikan seperti PABX. Ekstensi adalah data client voip , misalnya komputer ke 1 ekstensinya 001 , komputer kedua eksetnsinya 002, komputer ketiga ekstensinya 003 dan seterusnya.
Semua ekstensi di atas ditulis di dlam sebuah file konfigurasi yaitu  file extensions.conf. Setiap  ekstensi memiliki komponen dan tahapan perintah yang tersimpan di dalam file tersebut. Di dalam file tersebut di tulis dalam format exten = extension,priority,Command(parameter). Utuk setiap extension/ekstensi, dapat didefinisikan sekumpulan perintah. Komponen yang membangun tahapan perintah extension atau command line adalah sebagai berikut :
1.  Extension adalah label dari extension, dapat berupa sebuah string (angka, huruf dan simbol yang diijinkan) atau pola yang harus di evaluasi secara dinamik untuk mencocokan dengan banyak kemungkinan nomor telepon. Setiap command line yang menjadi bagian dari extension tertentu harus mempunyai label yang sama.
2.  Priority biasanya berupa angka integer. Merupakan urutan dari perintah yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang akan dijalankan harus dimulai dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka Asterisk tidak akan menjalankan perintah extension. Setelah  prioritas 1 di jalankan, Asterisk akan menambah prioritas ke prioritas 2 dan seterusnya, tentunya jika tidak ada perintah yang menentukan prioritas mana yang selanjutnya harus dijalankan. Jika ternyata perintah selanjutnya ternyata tidak terdefinisi maka Asterisk akan menghentikan proses menjalankan perintah walaupun masih ada perintah dengan prioritas yang lebih tinggi.
3.   Command  adalah perintah yang akan di jalankan oleh Asterisk.
4.  Parameter adalah parameter yang harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua command / perintah membutuhkan parameter,  beberapa perintah dapat dijalankan tanpa parameter.

2.6 Pengertian Dial Plan

        Dial Plan berfungsi sebagai routing (proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain) panggilan antar ekstensi, baik yang berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk.
Dalam server voip asterisk, Dial Plan diprogram dalam suatu file yang bernama extentions.conf, Setiap ekstensi dalam asterisk merujuk kepada user tertentu yang telah terdaftar di asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi sama terhadap user id.

2.7 Pengertian Server Softswitch

Server Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini.

Softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu :
1.    Media Gateway  Controller (MGC) yang sering disebut dengan perangkat call agent
2.    Aplication / fitur server
3.    Media server
Selain memiliki berbagai perangkat, Softswitch juga memiliki kapsitas yaitu harus mampu trafik panggilan minimal 4 juta BHC dan dapat pula ditambah kapsitasnya sesuai kebutuhan. Kapsitas sistem ini juga harus disdesain secara modular.
Perangakat dalam softswitch harus mampu menjamin kualitas layanan dengan batas nilai seperti pada dibawah ini :
1.     One Way Delay
2.     Delay Fariation
3.     Information Loss
4.     MOS (Mean Opition Socore)
5.     Echo Cancelation
6.     Post Dial Delay
Fitur Fitur Softswitch :
1.       Abreviated Dialing
2.       Call Forwarding
3.       Call WaitingCancel Call Waiting
4.       Calling Line Indetification Presentase (CCIP)
5.       Clip On Call Waiting
6.       Conterence Call
7.    Confrex

2.8 Cara Kerja Softswitch dan Cara Konfigurasi Ekstensi

MGC akan bekerja di tataran pengaturan panggilannya (call control) serta call processing. MGC akan mengontrol panggilan yang masuk untuk mengetahui jenis media penggilan dan tujuannya. Dari situ, MGC akan mengirikan sinyal ke MG untuk melakukan koneksi, baik intrakoneksi jaringan sirkuit ke sirkuit atau paket ke paket maupun interkoneksi jaringan sirkuit ke paket dan sebaliknya. Jika diperlukan, MGC kan meminta MG melakukan konversi media yang sesuai dengan permintaan, atau langsung meneruskan panggilan jika tidak diperlukan konversi.
Antara MGC dan MG sendiri akan saling berhubungan dengan protokol Megaco atau MGCP (Media Gateway Control Protocol). Sementara itu, satu MGC akan berhubungan dengan MGC yang lain, baik itu yang berada di jaringan yang sama maupun berbeda, dengan mengirimkan protokol sinyal tertentu. Untuk jaringan sirkit, MGC akan mengirimkan SS7 (Signalling System 7), sementara jika berhubungan dengan jaringan paket, maka MGC akan menggunakan H.323 atau SIP (Season Initiation Protocol). Sedangkan MG sendiri ‘hanya’ akan bekerja sebagai converter antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket. Di sini fungsi softswitch menjadi hanya setara dengan ‘switch analog dan tidak memberikan layanan yang lain. MG juga bisa bekerja di sisi pelanggan maupun penyedia layanan, dimana softwitch bukan hanya berfungsi sebagai converter, namun juga memberikan feature lebih, termasuk dial-tone tentunya. Pada posisi ini, maka softswitch akan bekerja lebih kompleks.
Cara Konfigurasi Ekstensi di Server Softswicth di Briker :
1.       Masuk ke briker
2.       Klik IP-PBX Adminstration
3.       Klik Ekstension

4. Tulis User=111, Display name=server,accountcode=111 secret(password) =bebas

Untuk Lebih Detailnya dalam Konfigurasi Klik video berikut :

2.9 Macam - Macam SoftPhone

Zoipper
Ekiga
X-Lite
FlashPhone
IaxComm
Diax
Adore SoftPhone
MizuPhone
ExpressTalk
YakaPhone
MiniPax
Copyright © Selasar Pendidikan. All rights reserved. Template by CB